Rabu, 04 Desember 2013


Tak ada angin tiada hujan, wajah Galih terlihat berninar-binar. Dengan senyum yang melebar Ia terus memandangi Ratna. Sampai suatu ketika sang Guru marah karena Galih cuek pada pelajaran. Ciuuuuwwwww ... spidol pun terbang ke arah Galih, dan mendarat tajam di jidatnya. Ia tersadar, namun masih senyum-senyum nggak jelas. Dari pagi saat datang sampai saat siang Ia terus memandangi Ratna. Gadis imut yang satu ini mungkin sebenarnya juga membalas, hanya saja mungkin Ia malu untuk mengakuinya.
“Kalau emang suka, bilang aja Bro..!!”, kata Bashofi seorang teman Galih. “Ehm...... nggak ah,, aku takut dia sok-sok’an nolak..!!”, jawab Galih pesimis. “Lho,, bukannya loe juga tau kalau dia juga suka sama loe??”, sahut Nasrudin. Galih membisu. Tiba-tiba Muslimin datang membawa koran dengan halaman depan yang bergambar iklan Dukun Cinta. “Nih solusinya,, cinta ditolak, dukun bertindak..!!”, kata muslimin sambil menahan tawa. Melihat iklan tersebut, Bashofi dan Nasrudin tertawa lepas, hingga teman-teman satu kelas terheran-heran. Hanya Galih yang nampak bimbang.
Setelah akhirnya bisa diam, mereka saling memandang. “Gimana Bro?!”, tanya Nasrudin pada Galih. Sepertinya Galih masih ragu, kemudian merekapun berdiskusi menyusun tak-tik penembakan yang jitu. Anak-anak bandel itu bertukar pendapat layaknya para ahli biologi. Eittss.., jangan salah, yang dibahas bukan tentang komponen biotik maupun abiotik, melainkan bagaimana cara agar si Ratna bisa menerima cintanya Galih.
2,3 hari berlalu, Galih masih sibuk dengan persiapan mentalnya. “Huuhh...,, gue harus bisa!!, harus bisa..!!”, kata Galih dalam hati. Ia rupanya masih belum siap juga. Berhari-hari Ia berpuasa untuk membangun keberanian. Saat tiba waktu yang tepat Galih pun membulatkan tekad, keinginannya kali ini tak bisa terbendung.


Cowok yang katanya pria sejati ini tak luput dari godaan iblis-iblis nakal. Teman-teman Galih berusaha memberi isyarat bahwa Galih akan melepas panah cintanya pada Ratna. “Ciye..ciyee..!!”, sorak cowok-cowok kelas XII IPS. Galih menjadi sangat kesal. Untung saja imannya kali ini tak tergoyahkan. Ternyata Ia berani mengejar Ratna yang terus lari saat melihat sosok cowok yang mirip Aldi Coboy Junior itu.
“Ratna ke toilet Bro...!!”, kata Nasrudin. Tanpa pikir panjang Galih lekas menyusul cintanya. Ratna yang sedang bercanda dengan adik kelasnya tidak  mengetahui bahwa Galih membuntutinya.
“Odennya Nia..!!”, teriak Ratna dan Winda. Lalu, bruuukk..!! Ratna bertabrakan dengan Galih. “Auuuwwhh,,,. Maaf, aku sengaja..!!, kata Ratna. Galih pun terheran-heran, “Haahhh,,?!?!?!?”. Ratna pun langsung mengedit ucapannya, “Maksudnya , aku nggak sengaja..!!”. Ratna yang nggak ngerasa bersalah itu langsung kabur dan masuk ke kelas. Rupanya Ratna tidak bisa diam, Ia terus berkejaran sambil membawa alat pukul untuk Winda. Lagi-lagi si Galih muncul dan,,, plaaaakkk..!!, tongkat penggaris yang tebal mengenai wajah cowok yang 50% ganteng itu. Melihat sang Galih kesakitan, Ratna kabur lagi. Tak berhenti sampai disitu. Ia melempar sapu yang tujuan awalnya pada Winda, eh malah menukik ke arah Galih lagi. Kelas XII pun heboh, semua terbahak-bahak melihat insiden itu.
“Arrrgggghhh,,,, dari dulu emang beginilah cinta, deritanya tiada akhir..!!”, kata Galih dengan suara agak merengek.









Cerita ini hanya fiktif belaka,
apabila ada kesamaan nama, tempat atau kejadian
semuanya hanya kebetulan semata
 


1 komentar: